Monday, November 5, 2018

Yuk, Simak Menu MPASI Sederhana nan Bergizi Berikut Ini


Menu MPASI Pertama

Memasuki usia 6 bulan, setiap ibu dihadapkan pada momen-momen mempersiapkan menu untuk MPASI pertama. Semua ibu pasti merasakan bingung dan khawatir jika tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi si kecil sejak awal belajar makan. Bahkan, untuk ibu yang sudah memiliki beberapa buah hati, terkadang masih dihinggapi perasaan was-was di saat memperkenalkan ritual makan untuk pertama kali kepada si kecil.

Untuk itu Mums tak perlu risau. Selama Mums menggunakan pedoman yang sudah ditetapkan oleh WHO dan IDAI, maka semua akan baik-baik saja.

WHO memberikan rekomendasi MPASI yang bertekstur kental dan semi kental. Yaitu, ketika sendok dimiringkan, makanan tidak serta jatuh (mengucur). Dalam hal ini, penggunaan blender amat sangat tidak dianjurkan. Mums, bisa menggunakan saringan kawat untuk mendapatkan tekstur yang sesuai. Jika si kecil dirasa kesulitan menerima tekstur kentalnya, Mums bisa mengencerkan sedikit menjadi semi kental menggunakan ASI perah, atau kaldu.

Untuk dua minggu pertama, sebaiknya Mums masih memperkenalkan menu tunggal dahulu. Selain untuk mengenalkan rasa dasar, juga untuk mengamati efek alergi pada anak. Jangan menambah gula, garam, apalagi MSG, ya Mums. Biarkan anak mengenali rasa asli dari makanan. Dengan begitu, anak akan belajar mengembangkan selera makannya.

Menu MPASI 6 Bulan

        Bubur Saring Apel
-. Kupas dan cuci bersih apel. Kukus selama 10-15 menit
-. Angkat dan taruh di saringan kawat, lalu tekan menggunakan punggung sendok hingga lumat
-. Kerok/ambil bagian yang ada di bawah saringan
-. Atur kekentalan
-. Sajikan

        Bubur saring Nasi
-. Ambil nasi hangat secukupnya
-. Tambahkan kaldu atau unsalted butter
-. Tekan menggunakan punggung sendok pada saringan kawat
-. Ambil bagian yang berada di bawah saringan
-. Atur kekentalan menggunakan kaldu
-. Sajikan

        Fillet Ikan
-. Kukus ikan menggunakan bumbu aromatic (bawang putih dan daun salam) selama kurang lebih 15 menit
-. Saring menggunakan saringan kawat
-. Tambahkan 1 sdt minyak zaitun
-. Sajikan
Untuk menu seafood, Mums bisa mengamati reaksi alergi dengan tidak terlalu banyak memberikan porsi ikan dahulu. Jika dirasa si kecil aman dari alergi, Mums bisa meneruskan menu seafood yang lainnya.
Itu tadi beberapa menu MPASI pertama yang bisa Mums saling kombinasikan dengan bahan pangan lainnya. Jangan ragu-ragu untuk memperkenalkan aneka macam makanan pada si kecil.
Lalu bagaimana dengan mpasi bubur instan? Sebaiknya, mengonsumsi bubur bayi instan tidak dilakukan terus menerus. Bahaya mpasi instan adalah anak akan terbiasa mencecap rasa manis gurih yang sudah ada di dalam bubur pabrikan tersebut. Jadi, jauh lebih baik jika Mums menyediakan sendiri MPASI homemade untuk si kecil.
Nah, selamat berkreasi, Mums!

Wednesday, October 31, 2018

5 Alasan Kenapa Produk Guess Banyak Diminati

Produk Guess memiliki begitu banyak peminat yang tersebar di seluruh dunia. Guess menjadi salah satu brand terkemuka

Tuesday, October 16, 2018

Dana PInjaman Uang Cepat Untuk Kesehatan Angsuran Kecil

Menengok segala macam kebutuhan utama dari banyak masyarakat memang sangat menarik sehingga

Wednesday, October 3, 2018

Daftar Rumah Dibawah 200jt di Bandung yang Cocok untuk Anda


Memiliki rumah yang nyaman dan indah menjadi dambaan setiap keluarga. Sayangnya hunian yang diimpikan harganya

Wednesday, September 19, 2018

Perbedaan Penting Dokter Ortopedi Spesialis dengan Chricopatic


dr. Lee Woo Guan
Menyebut dr. Lee Woo Guan sulit dipisahkan dari pengalamannya di bidang ortopedi selama 20 tahun. Tidak heran apabila banyak pasien yang mengalami masalah ortopedi maka akan berkonsultasi pada dokter ini. Namun sayangnya, masih banyak orang yang kebingungan membedakan pengobatan chricopatic dengan ortopedi. Berikut ini akan dijelaskan perbedaannya.

Apa Itu Ortopedi?
Untuk bisa menemukan perbedaannya maka Anda harus mengetahui terlebih dulu definisi dari ortopedi itu sendiri. Ortopedi merupakan kajian ilmu untuk bisa menangangi masalah muskouloskeletal. Nantinya muskouloskeletal ini sendiri mencakup masalah tulang, sendi, otot hingga tulang belakang. Lebih mudahnya berfokus pada pasien yang mengalami cedera tulang.

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang memiliki kondisi tulang yang normal. Baik itu disebabkan karena faktor keturunan hingga terjadinya sebuah insiden. Apabila kondisi tersebut sudah sampai terjadi maka melakukan konsultasi untuk mendapatkan diagnosa hingga penyembuhan penting dilakukan. Seperti melakukan konsultasi kepada dr. Lee Woo Guan.

Soalnya selama ini masih banyak orang yang menyepelakan masalah tulang atau ortopedi ini. Hal tersebut dapat terlihat dari berbagai masalah tulang yang lebih memilih diselesaikan dengan mengonsumsi obat-obatan kimia. Padahal mengonsumsi obat-obatan kimia ini belum tentu mendapatkan hasil yang diinginkan malah bisa mengakibatkan efek samping yang buruk.

Apa Itu Chricopatic?
Berikutnya yang perlu diketahui adalah definisi dari terapi chricopatic yang mungkin masih asing di telinga banyak orang. Sederhananya chricopatic adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mengembalikan posisi tulang belakang seseorang. Biasanya digunakan oleh mereka yang mengalami masalah pada bagian tulang belakang karena berbagai faktor.

Tidak berhenti hanya sampai di situ saja, terapi ini sendiri seringkali juga digunakan untuk menghilangkan rasa sakit hingga rasa pegal pada tubuh. Terapi ini sendiri dilakukan dengan sangat lembut dan juga memiliki gerakan khusus. Hal tersebut dilakukan untuk memancing kemampuan tubuh dalam menyembuhkan dirinya sendiri tanpa bantuan obat atau faktor luar.

Meski begitu tidak bisa dipungkiri juga bahwa terapi yang satu ini memiliki efek samping tidak seperti berobat ke dokter ortopedi. Efek samping tersebut bisa berupa sakit kepala yang berkepanjangan, tubuh yang letih hingga tubuh yang merasa tidak nyaman setelah melakukan terapi. Bahkan ada sebagian kasus yang hingga mengalami kondisi saraf yang terjepit.

Perbedaan Dokter Spesialis Ortopedi dengan Chricopatic
Terakhir adalah perbedaan antara dokter spesialis ortopedi dengan chricopatic. Perbedaan yang pertama adalah chricopatic tidak masuk ke dalam bagian ilmu ortopedi. Hal tersebut tidak lepas karena tidak adanya pemeriksaan secara lebih detail terlebih dulu kepada pasien. Fakta tersebut membuat chricopatic seringkali juga dimasukan ke dalam pengobatan tradisonal daripada medis.

Dengan mengetahui perbedaan dokter ortopedi dengan penangangan chricopatic maka akan membuat Anda lebih paham. Terutama untuk membuat Anda bisa mengambil keputusan yang tepat dalam memilih pengobatan. Apalagi bagi Anda yang mengalami masalah ortopedi dan sudah berusia dewasa maka penanganan tepat mesti dilakukan.

Up