Wednesday, January 8, 2020

Pola BAB Bayi Baru Lahir

Pola BAB Bayi

Biasanya orang tua, apalagi orang tua yang baru saja mempunyaia anak akan panik jika tahu kalo bayi yang baru lahirnya sering BAB
. Padahal pola BAB bayi baru lahir memang cenderung sering, bahkan ini merupakan pertanda baik karena apa yang dikeluarkan oleh bayi sama dengan apa yang telah ia minum. Artinya, semakin banyak ia buang air, semakin banyak pula ASI yang telah ia minum.

Pada beberapa minggu awal kehidupan bayi, mungkin ada bayi yang BAB beberapa kali dalam sehari, ada juga yang BAB setiap selesai menyusu itu sangat normal, dan seiring pertumbuhan dan perkembangannya, frekuensi BAB pun berkurang. Pada bulan kedua, bukan hal yang aneh jika bayi tidak BAB dalam satu atau dua hari. Dalam beberapa literatur penelitian terungkap mengenai sedikitnya frekuensi BAB bayi ASI.

Dalam makalah Lancet tahun 1951, Dr Israel Gordon mengenalkan penelitiannya tentang pola BAB pada bayi, yaitu bahwa bayi ASI akan selalu BAB setidaknya satu kali sehari. Lalu ada penelitian pada 1988 di Inggris yang menuliskan: “Frekuensi BAB berkisar dari delapan kali per hari pada bayi ASI usia dua minggu, hingga tidak BAB selama 27 hari pada bayi ASI usia 7 dan 11 minggu. Ia baik-baik saja, terbukti dari tidak adanya tanda-tanda klinis gastrointestinal atau penyakit sistemik, dan mengeluarkan feses yang lunak dan banyak pada akhir periode. Dia hanya BAB 14 kali selama 16 minggu pertama kehidupannya."

Selain itu perlu juga diketahui bahwa bayi yang minum susu formula atau kombinasi antara ASI dan susu formula cenderung BAB lebih jarang dibandingkan bayi ASI. Frekuensi BAB bayi susu formula biasanya tidak berubah selama beberapa bulan awal usia mereka, sementara bayi ASI sepertinya semakin berkurang frekuensi BAB-nya sejak bulan pertama. Bayi susu formula juga cenderung memiliki BAB lebih keras.Begitu mereka mengonsumsi MPASI, bayi ASI dan sufor memiliki frekuensi BAB yang sama, namun bayi ASI tidak selalu konsisten. 

Karena ada begitu banyak subyektivitas dalam menentukan frekuensi BAB pada bayi, salah satu pertimbangan paling penting adalah bagaimana pola BAB pada bayi yang normal. Kalau si kecil biasanya BAB dengan feses yang lunak satu hingga dua kali per minggu, dan menjadi 7 hari tanpa BAB, mungkin Mama tidak perlu khawatir.

Tetapi jika bayi biasanya BAB sekali sehari dan kemudian menjadi tidak BAB selama tujuh hari, maka Mama harus khawatir. Tidak ada salahnya Mama membawanya ke dokter agar mengetahui jika ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

No comments:

Post a Comment

Up